Tentang 'Ain
Ain artinya Pandangan mata yg diiringi rasa dengki.
ain ini berbahaya, bahkan sebagian Ustaz Ahli Ruqyah bilang , ain lebih berbahaya dari sihir. sebabnya Ain ini terjadi dgn cepat lewat pandangan mata. sedangkan sihir butuh proses ritual yg cukup lama dari seorang tukang sihir.
untuk mencegah ain, sihir dan gangguan jin caranya dengan membaca zikir pagi petang. jangan memajang foto anak dan foto diri sendiri di sosmed, pasalnya foto tsb dapat dijadikan orang lain u media sihir dan ain.
jika anak masih balita maka tugas ortu u membaca doa mohon perlindungan kepada Allah
contoh doanya
Bismillah
"Ya Allah, Tolong Lindungi saya, istri, anak anak saya dan rumah saya dari segala kejahatan makhluk ciptaan Mu".
silahkan baca setiap selesai sholat sholat sunnah, atau pada waktu mustajab. Minimal doakan anaknya saat setelah zikir pagi petang.
ciri ciri kena Ain. gejalanya ada yg ringan ada yg berat.
yg ringan... sering ngantuk, sakit kepala, pusing, keringat dingin. bahkan disuatu buku ada yg sebutkan ada orang yg kena tumor disebabkan ain, setelah ahli ruqyah analisis mimpi yg kena tumor, ditemukan pelempar ain tsb adalah seseorang dari keluarga dekat. kemudian keluarga dekat tsb diminta wudhu, air wudhunya dipercikkan ke bagian tumor, dgn izin Allah , tumor itu kempes. yg sakit sembuh
[Gejala-gejala 'Ain yang buruk termasuk: rasa sesak dan lupa, sakit kepala yang berpindah-pindah, tidur berlebihan, malas, kesemutan di anggota tubuh, mual. Ketika hal-hal berikut terjadi bersamaan, maka mata tersebut digolongkan sebagai " 'Ain akumulatif" ('Ain Tarakumiyah): mimpi buruk, panas, rasa berat pada bahu, tegang di leher, sakit kepala dari belakang. Dan jika gejala-gejala berikut muncul, maka 'ain tersebut dianggap terkena gangguan setan: sering menguap, insomnia.
-Abu Hammam Al-Raqi-]
sebab kena ain dan sihir yaitu jarang baca zikir pagi petang
pengobatan, jika pelempar ain tak diketahui maka Di ruqyah, atau ruqyah diri sendiri, jika pelempar ain diketahui orangnya, minta orang itu berwudhu, kemudian bekas air wudhu tsb dimandikan atau diusapkan ke tubuh yg kena ain
untuk kasus bagian tubuh yg belum boleh kena air krn ada luka yg tidak boleh kena air , sebaiknya jangan dimandikan, namun dipercikkan ke bagian tubuh yg boleh kena air. jangan dipercikkan ke bagian tubuh yg tidak boleh kena air
hadist ttg Ain
Pandangan kagum juga bisa menyebabkan ‘ain. Dalam hadits dari Abu Umamah bin Sahl, ia berkata:
اغتسل أَبِي سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ بِالْخَرَّارِ، فَنَزَعَ جُبَّةً كَانَتْ عَلَيْهِ وَعَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ يَنْظُرُ، قَالَ: وَكَانَ سَهْلٌ رَجُلاً أَبْيَضَ، حَسَنَ الْجِلْدِ، قَالَ: فَقَالَ عَامِرُ بْنُ رَبيعَةَ: مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلا جِلْدَ عَذْرَاءَ، فَوُعِكَ سَهْلٌ مَكَانَهُ، فَاشْتَدَّ وَعْكُهُ، فَأُتِي رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – فَأُخْبِرَ أَنَّ سَهْلاً وُعِكَ وَأَنَّهُ غَيرُ رَائِحٍ مَعَكَ يَا رسول الله، فَاَتَاهُ رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – فَأَخْبَرَهُ سَهْل بالَّذِي كَانَ مِنْ شَأنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ، فَقَالَ رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم -: “عَلاَمَ يَقْتُلُ أًحَدُكمْ أَخَاهُ؟ أَلا بَرَّكْتَ؟، إِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ، تَوَضَّأْ لَهُ”. فَتَوَضَأَ لَهُ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ، فَرَاحَ سَهْل مَعَ رَسُولِ الله – صلى الله عليه وسلم – لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ
“Suatu saat ayahku, Sahl bin Hunaif, mandi di Al Kharrar. Ia membuka jubah yang ia pakai, dan ‘Amir bin Rabi’ah ketika itu melihatnya. Dan Sahl adalah seorang yang putih kulitnya serta indah. Maka ‘Amir bin Rabi’ah pun berkata: “Aku tidak pernah melihat kulit indah seperti yang kulihat pada hari ini, bahkan mengalahkan kulit wanita gadis”. Maka Sahl pun sakit seketika di tempat itu dan sakitnya semakin bertambah parah. Hal ini pun dikabarkan kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, “Sahl sedang sakit dan ia tidak bisa berangkat bersamamu, wahai Rasulullah”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun menjenguk Sahl, lalu Sahl bercerita kepada Rasulullah tentang apa yang dilakukan ‘Amir bin Rabi’ah. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Mengapa seseorang menyakiti saudaranya? Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Sesungguhnya penyakit ‘ain itu benar adanya, maka berwudhulah untuknya!”. ‘Amir bin Rabi’ah lalu berwudhu untuk disiramkan air bekas wudhunya ke Sahl. Maka Sahl pun sembuh dan berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’ [2/938] dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah [6/149]).
Dalam hadits ini ‘Amir bin Rabi’ah memandang Sahl bin Hunaif dengan penuh kekaguman, sehingga menyebabkan Sahl terkena ‘ain.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:
وإذا كان العائن يخشى ضرر عينه وإصابتها للمعين، فليدفع شرها بقوله: اللهم بارك عليه
“Orang yang memandang dengan pandangan kagum khawatir bisa menyebabkan ain pada benda yang ia lihat, maka cegahlah keburukan tersebut dengan mengucapkan: Allahumma baarik ‘alaih” (Ath Thibbun Nabawi, 118).
Sumber:
https://muslim.or.id/51176-penyakit-ain.htmlCopyright © 2025 muslim.or.id
cara mengobati Ain:
1. coba analisa kira kira siapa orang yg diduga melempar ain, cara nya pasien perlu mengingat siapa yg baru baru ini yg memujinya namun yg memuji tidak ucapkan zikir kepada Allah contohnya tidak ucapkan masya Allah atau Alhamdulillah, atau Barakallahu Fiikum. jika ingat orangnya maka minta tolong kepada orang tsb u menampung air wudhu'nya kemudian balurkan atau mandikan bekas air wudhu ke yg sakit.
2. jika pelempar ain tak diketahui, keluarga yg sakit boleh ambil bekas pelempar ain dgn cara basahkan kain bersih, kemudian usapkan ke gagang pintu rumah pasien yaitu gagang di pintu masuk . Boleh jadi si pelempar ain pernah pegang itu gagang pintu. kain tsb kemudian masukkan ke dalam air dalam gayung, kemudian balurkan air gayung ke tubuh orang yg sakit.
4. jika pelempar Ain tak diketahui boleh minta ke keluarga dekat untuk menampung air wudhunya, kemudian air wudhu tsb dimandikan atau dicipratkan ke orang yg kena ain. (ini pendapat saya lihat di FB seorang ahli Ruqyah Indonesia)
3. silahkan ruqyah yg sakit jika pelempar ain tak diketahui. ruqyah tiap hari sampai pasien diberi kesembuhan oleh Allah.
sebaiknya anggota keluarga yg pandai ruqyah aktif meruqyah pasien tiap hari.
saya pernah infokan ini cara terapi ini kepada klien kami, yg anaknya diduga kena Ain, umur 4 tahun. panas sampai step kejang, sehingga dalam jangka sebulan, sang anak sampai 4 kali dirawat di IGD.
saya sarankan kedua ortu bertobat kepada Allah, kemudian si ayah ruqyah anaknya 1/2 juz , kemudian si Ibu 1/2 juz juga , tiap hari. Alhamdulillah berkat izin Allah, anak tsb sembuh.
cara melindungi diri dari Ain dan sihir.. baca zikir pagi petang tiap hari
cara melindungi anak yg belum baligh dari gangguan ain. sering berdoa Di Waktu Mustajab, 'Ya Allah tolong lindungi saya, anak saya dari segala kejahatan makhluk ciptaan Mu".
B. sebaiknya pasien aktif mengikuti komunitas pengajian. pasalnya seseorang dapat lemah mudah dipengaruhi bisikan syetan jika ia sendirian. jika dia berkumpul dengan orang soleh maka ia akan dapat pengaruh positif.
kambing yg terpisah dari kelompoknya akan lebih mudah dimangsa oleh serigala.