Fenomena perbuatan syirik di Nejd sebelum tersebarnya Dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahab.

Fenomena perbuatan syirik di Nejd sebelum tersebarnya Dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahab.

"Dahulu penduduk Najd sebelum tersebarnya dakwah Syekh, telah berada dalam kondisi yang sangat tidak diharapkan oleh seorang mukmin. Sebab syirik akbar telah berkembang pesat dan menyebar ke mana-mana, sampai kuburan, pepohonan, bebatuan, dan gua-gua tak luput dari penyembahan. Bahkan orang yang mengaku sebagai wali pun disembah, meski orang tersebut termasuk orang yang bodoh.

Banyak sosok yang mengaku sebagai wali disembah selain Allah padahal mereka adalah orang-orang yang gila, tidak normal, dan tidak berakal. Di wilayah Najd, ketika itu memang terkenal dengan praktik sihir dan perdukunan, banyak masyarakat melakukan praktik perdukunan dan membenarkan berita para penyihir, tanpa ada satu pun yang mengingkarinya kecuali orang-orang yang dikehendaki Allah. Dan kebanyakan mereka juga larut dalam urusan dunia dan hawa nafsu serta sedikit sekali di antara mereka yang teguh menjalankan syariat Allah serta menolong agama-Nya. 

Bahkan realitas seperti ini juga terjadi di dua tanah haram yang mulia dan negeri Yaman; 
kesyirikan sudah amat kental sekali, begitu pula pembangunan kubah di atas kuburan, berdoa kepada para wali, dan beristigasah kepada mereka. 

Hal ini seringkali dijumpai di negeri Yaman. Adapun kondisi di kota Najd lebih parah darinya; bahkan sesuatu selain Allah, baik kuburan, gua, pepohonan hingga orang yang kurang waras dan gila pun mereka jadikan sebagai tempat berdoa dan beristigasah. Di antara hal lain yang sering dijumpai di kota Najd adalah kebiasaan meminta-minta kepada jin dan beristigasah kepadanya serta menyembelih kurban untuk mereka, lantas meletakkannya di pojok-pojok rumah dengan tujuan agar hal tersebut dapat menyelamatkan serta melindungi mereka dari keburukan. 

Tatkala Sang Imam melihat fenomena kesyirikan ini menjamur di tengah masyarakat tanpa ada orang yang mampu mengingkarinya dan mendakwahi mereka; akhirnya beliau bersegera mendakwahi mereka dan bersabar dalam menegakkan dakwahnya, karena Syekh merasa sudah saatnya jihad kalimat ditegakkan disertai kesabaran dan ketabahan bila mendapatkan rintangan.

Beliau pun berupaya keras untuk selalu mengajarkan kebaikan, membimbing serta mengarahkan masyarakat di kota 'Uyainah kepada tauhid. Tak jarang pula Syekh melakukan upaya diskusi dengan para ulama di sana dan mużākarah (adu argumetasi)."


Postingan populer dari blog ini

Cara Obati luka batin dan memaafkan orang lain

Cara mengobati luka batin versi lengkap, Ruqyah diri sendiri dan Ruqyah Air